Air susu ibu (ASI) merupakan satu dari jutaan anugerah yang diberikan Tuhan kepada ibu yang baru melahirkan. ASI adalah sumber gizi utama yang diproduksi oleh manusia (khususnya bagi seorang ibu) untuk dikonsumsi oleh bayi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan pemberian ASI ekslusif selama 2 tahun atau minimal 6 bulan pada bayi. Faktanya, ASI memiliki segudang manfaat untuk bayi. Berikut ini 5 manfaat ASI bagi bayi :
- Meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
Ilustrasi ibu dan bayi sedang bermain di alam. Foto : iStockphoto Air susu yang baru keluar pertama kali disebut klorostum. Klorostum adalah cairan bening kekuningan yang diproduksi beberapa saat setelah bayi dilahirkan. Namun ada juga ibu yang telah memproduksi klorostum beberapa minggu sebelum kelahiran janinnya. Klorostum ini memiliki banyak kandungan yang sangat berguna untuk daya tahan tubuh sang bayi. Kandungannya terdiri dari protein, lemak, mineral, vitamin, antioksidan, antiglobulin, dan immunoglobin. Setelah beberapa hari klorostum akan berubah menjadi ASI. Tentunya kandungan ASI juga tidak kalah dengan klorostrum. Oleh karenanya pemberian ASI pada bayi sangat dianjurkan minimal 6 bulan sejak kelahirannya. - Mengandung nutrisi yang sangat baik untuk pertumbuhan bayi.
Ilustrasi kandungan nutrisi yang terdapat di dalam ASI.Foto : iStockphoto ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Nutrisi yang terkandung di dalam ASI telah mencukupi semua kebutuhan energi dan gizi yang diperlukan bayi hingga 6 bulan. - Meningkatkan kecerdasan bayi/baik untuk tumbuh kembang bayi.
Ternyata perkembangan otak bayi yang diberikan ASI lebih baik dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan ASI. ASI dapat membantu perkembangan sensorik, kognitif pada tumbuh kembang anak. - Mencegah serangan penyakit pada bayi.
Pemberian ASI ekslusif pada bayi terbukti dapat mencegah berbagai penyakit. Contoh kasus, saat kadar bilirubin bayi yang baru dilahirkan di atas normal (bayi kuning) biasanya dokter akan meminta sang ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin kepada sang bayi dan menjemur bayinya setiap pagi. Akan tetapi jika kadar bilirubinnya terlalu tingga, maka bayi harus diberikan penanganan khusus di rumah sakit dengan cara disinar menggunakan alat medis. - Mempererat hubungan ibu dan bayi.
Beberapa saat setelah proses melahirkan, biasanya dokter akan meminta sang ibu dan bayinya untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Pertama kali pemberian ASI/Klorostrum biasanya dilakukan saat IMD. Tujuan dari IMD adalah untuk memperkenalkan bayi dengan sang ibu dan mengajarkannya meminum ASI.
| Ilustrasi Ibu Menyusui Bayi. Foto : iStockphoto |
Begitu banyak manfaat ASI bagi bayi. Maka dari itu, tidak perlu diragukan lagi untuk memberikan ASI kepada bayi. Semangat meng-ASI-hi Bunda. 😊