Minggu, 11 Agustus 2019

Alur Hidupku #1: Aku Memutuskan Untuk Mengikuti Program Hamil

Asalamualaikum warohmatullohi wabarakatuh.

Halo calon bunda, aku di sini hendak berbagi kisah mengenai perjuanganku bersama suami untuk berikhtiar mendapatkan buah hati. Dalam hidup ini, setiap insan tentu akan diuji oleh sang Maha Kuasa. Tujuan Allah menguji hamba-Nya adalah agar hamba-Nya selalu ingat dan senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

Menikah adalah ibadah terlama dalam hidupmu. Salah satu tujuan menikah adalah untuk memperoleh keturunan. Tentunya setiap pasangan menginginkan memiliki keturunan yang sholeh/sholehah, pintar, berbakti kepada kedua orang tua, dan taat kepada perintah sang Pencipta.  Semoga kita semua dikaruniai keturunan yang seperti itu. Aamiin.

Di awal pernikahan, setiap pasangan tentunya masih ingin merasakan hidup berdua dengan menghabiskan waktu berdua dan mengenal lebih dalam karakter satu sama lain. Maka dari itu, tidak sedikit pasangan yang belum memiliki target langsung tekdung (hamil) sebulan setelah pernikahan. 

Satu bulan telah dilalui, dua bulan terarungi, perjalanan hidup kami semakin berwarna dan menyenangkan. Mulailah ada keinginan untuk lekas mendapatkan keturunan. Ikhtiar mulai kami coba dengan memakan tauge. Kata orangtua, kalau mau subur perbanyaklah memakan tauge. 
sumber foto : https://hellosehat.com
Bagi wanita, tauge dapat membantu meningkatkan kesuburan pada sel-sel telur serta kesehatan rahim. Nutrisi dan kandungan yang terdapat pada tauge dapat mengurangi resiko bayi lahir cacat dan resiko keguguran. Sedangkan bagi pria, kandungan vitamin E pada tauge dapat membantu meningkatkan kesuburan pada pria. Dan akhirnya kami mencoba ikhtiar pertama kami dengan memakan tauge, selain itu tentunya kami selalu berdoa kepada Sang Maha Cinta dan Maha Pencipta yakni Allah SWT agar memberikan buah hati dalam keluarga kecil kami. Bulan ketiga pun telah kami lalui, akan tetapi pada saat itu mungkin belum waktunya. 

Pada bulan ketiga, tentunya ada beberapa pihak baik orangtua, tetangga, hingga rekan kerja yang menanyakan "Apakah sudah hamil?". Karena memang belum hamil, ya kami jawab "Belum, mohon doanya agar segera diberikan keturunan". Selain itu, kami juga sering menanyakan tips kepada orang lain. Ada yang menyarankan kami untuk mulai meminum susu esensis dan vitamin yang mengandung asam folat. Menurutnya asam folat itu sangat dibutuhkan sejak merencanakan kehamilan.

Karena pada saat itu kami belum mengetahui manfaat asam folat dan susu esensis, maka dari itu kami mencoba menggali informasi yang terdapat di mbah google. Jujur saja, aku mengira susu esensis itu diperuntukan untuk ibu yang sedang hamil. Ternyata susu esensis itu bermanfaat untuk calon ibu yang sedang merencanakan kehamilan. Karena kandungan gizi yang terdapat di dalamnya sangat berguna untuk nutrisi calon janin mulai dari asam folat, kalsium, fosfor, magnesium, protein, zat besi, omega 3 dan omega 6 serta vitamin A, C, D3, E, B1, B2, Niacin, B6, B12, zinc, yodium serta selenium. Dan akhirnya, kami memutuskan untuk mulai mengkonsumsi susu esensis.
sumber foto : https://bidhuan.id
Satu bulan pun berlalu, akan tetapi mungkin memang butuh usaha lebih. Oleh karena itu pada bulan ke empat ini, kami mulai menggali banyak informasi yang bermanfaat dari simbah google. Mulai dari mengkonsumsi asam folat hingga perhitungan masa subur. Masa subur adalah rentan waktu sebelum ovulasi terjadi. Umumnya,masa subur wanita adalah 12–16 hari sebelum masa haid berikutnya. Dalam kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama haid terakhir. Akan tetapi masa subur setiap wanita berbeda-beda, sesuai dengan siklus menstruasi. Maka dari itu, ada perhitungan masa subur wanita yang biasanya disebut kalkulator masa subur. Dan kebetulan karena siklus menstruasi aku suka maju mundur cantik. Jadinya rentan waktunya agak sedikit tidak beraturan. Namun kami tidak menyerah, karena usaha dan doa tak akan menghianati hasil. Kami selalu mencoba berbesar hati jika ada yang menanyakan kepada kami perihal keturunan. Apalagi orang tua sudah sering menanyakan mengenai hal tersebut. Katanya sudah tidak sabar melihat cucu dan mengeluhkan ada yang usil bin jahil menyatakan bahwa “Aneh kok anakmu belum hamil-hamil? Jangan-jangan dia tidak akan punya anak, sama seperti ***** ?”.

Hati orang tua mana yang tak tersakiti jika ada yang berkata seperti itu mengenai anaknya. Dan saat ibuku menceritakan hal tersebut kepadaku, aku sangat sedih dan kalut. Benakku berkata, “Apa salahku, buat apa juga orang tersebut mengatakan hal itu?”. Tentunya kalimat tersebut sangat tidak pantas ia katakan kepada siapapun. Orang dengan mudahnya melukai perasaan seseorang dengan kalimat basa-basi yang menurutnya hal biasa, seperti :

“Kapan lulus kuliah?”

“Kapan kerja?”

“Kapan nikah?”

“Kapan memiliki momongan?”

“Kapan menambah momongan?”, dan lain sebagainya.

Ya mungkin hal tersebut menurut sebagian orang adalah pertanyaan biasa. Akan tetapi, bagi orang lain bisa saja hal tersebut dapat melukai hatinya. Oleh karenanya, aku menjadikan hal ini sebagai pembelajaran dalam hidup. Untuk berusaha menjaga perasaan siapapun dari perkataan yang kita keluarkan.

Diambil dari segi positifnya ialah keinginanku untuk berjuang memiliki keturunanpun bertambah besar. Dan pada akhirnya pada bulan ke lima setelah menikah, aku kepikiran untuk mengikuti program hamil.

Sampai sini dulu ya calon bunda. Insya Allah cerita selanjutnya akan aku buat pada kesempatan berikutnya. Tetap semangat ya calon bunda 😊

Wasalamualaikum warohmatullohi wabarakatuh.